Kok bisa kuliah Fisioterapi ?
Banyak pertanyaan yang saya dapatkan dari keluarga maupun teman-teman saya, "kok bisa kuliah fisioterapi kenapa ngga ambil kedokteran aja, atau kebidanan mungkin". itulah salah satu pertanyaan yang membuat saya tersadar kok bisa ya saya masuk fisioterapi, padahal tidak pernah tahu ataupun mendengar tentang jurusan ini sebelumnya. Maka dari itu saya mau berbagi sedikit cerita saya mengenal fisioterapi.
Jadi jauh sebelum saya memutuskan untuk masuk ke jurusan ini saya mempunyai cita-cita menjadi seorang dokter dan motivator, tentu saja untuk meraih hal tersebut saya harus menempuh pendidikan yang sesuai bukan. Setelah saya lulus sekolah saya benar-benar mempersiapkan banyak hal untuk bisa masuk di jurusan kedokteran. Mencoba banyak universitas negri sudah saya lakukan, tapi takdir berkata lain tidak ada satupun yang membuat saya lolos tapi menyerah bukan motto hidup saya, terus mencoba dengan berbagai cara akan tetap saya lakukan meskipun harus masuk di perguruan tinggi swasta. Setelah mencoba mengikuti rangkaian tes di perguruan tinggi swasta Alhamdulillah saya diterima dan lolos menjadi calon mahasiswa kedokteran. Senang sekali saat itu bahwa saya sudah menemukan jalan untuk meraih cita-cita.
Hingga suatu hari teman seperjuangan saya menelpon untuk bertukar kabar, dia bercerita bahwa belum ada satupun kampus yang menerima dia saat itu dikarenakan adanya kesalahan berkas. Dan saat itu saya belum menyebarkan hasil kelulusan saya karna masih belum menyelesaikan keseluruhan administrasi, sehingga teman saya tidak tahu terkait kelulusan saya di salah satu universitas kedokteran. Kita berbincang mengenai jurusan yang akan kita ambil jika jalan kita tidak pada kedokteran. Dia bercerita bahwa dia sangat kagum dan termotivasi dengan profesi fisioterapi saat membantu dia bangkit dari keterpurukan setelah kecelakaan. Ya dia mengalami cidera pada tangan yang diharuskan untuk operasi sehingga membuat tangannya mengalami kelemahan dan harus dilakukan tindakan terapi pemulihan. Saat pertama kali diterapi dia mengira bahwa yang membantunya saat itu adalah seorang perawat tapi ternyata dugaannya salah, dia diberitahu bahwa yang membantunya bukanlah seorang perawat melainkan seorang fisioterapis. Sejak saat itu selain menjadi dokter dia juga tertarik menjadi seorang fisioterapis agar dapat membantu banyak orang sembuh dari keterpurukan, jika jalan dia bukan menjadi seorang dokter.
Setelah bertukar cerita dengan teman saya, saya menjadi sangat penasaran tentang jurusan ini. Apa sih fisioterapi, luas ngga ya lapangan pekerjaannya, apa saja sasaran nya, dan lain sebagainya. Saat itu saya mencari banyak info tentang fisioterapi meskipun saya sudah diterima menjadi salah satu calon mahasiswa kedokteran di perguruan tinggi swasta.
Inilah yang dinamakan takdir, hingga suatu hari keluarga saya ada masalah ekonomi yang membuat saya belum bisa menyelesaikan administrasi awal masuk kedokteran saat itu, sehingga membuat saya menangis 3 hari 3 malam alay bukan hahahaa
kenapa menangis? karna saat itu menjadi seorang dokter adalah mimpi saya dan ayah dari kecil. Tapi meskipun begitu ayah tetap mendukung untuk mengambil jurusan apapun karna tidak mau anaknya hilang motivasi meraih mimpi, saat itu ayah menyarankan untuk mengambil jurusan lain atau mengambil kedokteran ditahun yang akan datang.
Diam-diam saya mencoba mengambil jurusan fisioterapi karna rasa ingin tahu saya yang tinggi tentang profesi tersebut, dan yang saya tahu fisioterapi masih satu minat dengan kedokteran. Saya mencoba mengambil diluar kota Surabaya, karna saat itu fisioterapi di Surabaya masih sangat jarang sehingga harus mencari diluar kota. Setelah saya diskusikan dengan ayah, beliau tidak mengizinkan berkuliah di luar Surabaya. Saya sangat bingung saat itu karna pendaftaran masuk perguruan tinggi sudah hampir tutup, sehingga saya mendapat info bahwa ada perguruan tinggi swasta yang menyediakan jurusan Fisioterapi di Surabaya. Dan Alhamdulillah setelah banyak halangan dan rintangan untuk lolos di jurusan tersebut akhirnya sekarang saya dapat berkuliah di jurusan fisioterapi sesuai dengan yang saya inginkan.
Menyesal masuk fisioterapi ? tentu saja tidak. Karna banyak sekali peluang yang saya dapatkan di profesi ini. Menjadi tenaga kesehatan yang mampu memberi motivasi kepada pasien adalah impian saya, dan menjadi Fisioterapis merupakan hal yang benar. Disamping itu impian saya di masa yang akan datang adalah mempunyai klinik kesehatan dirumah yang dapat membantu banyak orang diluar sana dan menjadi fisioterapi adalah hal yang benar.
"Jangan merendahkan mimpimu hanya agar sesuai dengan kenyataanmu. Tingkatkan keyakinanmu agar sesuai dengan takdirmu."

Komentar
Posting Komentar