Overthinking Menjelang Akhir Semester dan Ngerasa Salah Jurusan?


Haii aku Icha mahasiswi fisioterapi tingkat akhir  yang tiba-tiba ngerasa salah jurusan :) . Sebenernya bukan salah jurusan sih tapii masih bingung sama tujuan kedepan kayak gimana. Wajar sih karna emang masa-masa akhir menjadi mahasiswi, banyak hal yang dipikir jadinya malah overthinking kemana-mana wkwk. 

Sejak aku mulai memikirkan tujuan hidupku 3-5 tahun kedepan aku jadi makin kepikiran langkah apa yang bakal tak ambil dari sekarang. Karna apa yang aku gambarakan di awal waktu maba sampe sekarang berubah-ubah tergantung kondisi dan keadaan, tapi sebenernya tujuan nya ya sama. 

Dulu awal aku jadi mahasiswa, impianku adalah punya klinik sendiri. Jadi aku bekerja lebih fleksibel dan ga tergantung sama instansi/perusahaan, ini karna dari kecil keluargaku adalah pengusaha dan wiraswasta jadi udah termotivasi untuk bikin usaha sendiri, makanya aku pengen banget punya usaha sendiri bukan ikut orang. Dari orang tua ku juga selalu melibatkan kita anak-anaknya untuk bantu urusan pekerjaan, sekaligus mengenalkan kita kalo punya usaha sendiri lebih enak karna waktu nya lebih banyak dengan keluarga dan hari libur terserah kita. Dari alasan ini lah kenapa aku tertarik untuk punya klinik sendiri saat jadi tenaga kesehatan. Disamping kita buka lapangan pekerjaan untuk orang lain kita juga menjadi bermanfaat karna membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Tapi di akhir-akhir semester ini, aku mulai berpikir lebih realistis setelah banyak pengalaman-pengalaman dari dosen maupun senior-senior sejawat. Untuk bisa buka klinik mandiri kita butuh modal yang banyak, bukan cuman modal materi tapi juga modal pengalaman. Menjadi tenaga kesehatan ternyata emang ga semudah itu buat punya klinik sendiri, kecuali udah punya sponsor yang mau bantu modalin ya, kalaupun punya sponsor untuk memberi modal pendirian klinik, dasar ilmu dan pengalaman kita kurang bisa menghambat usaha kita sendiri kedepannya nanti. 

Karna itu aku jadi overthinking gimana ya jalan ku selanjutnya...

Ketika aku mulai bingung, tiba-tiba ayahku ngajak ngobrol dan tanya "gimana kuliahnya aman? kedepan udah dipikirin mau gimana?" seketika aku langsung tersadar kalo aku emang udah lama kepikiran sama ini, mungkin dengan aku diskusi sama ayah bisa membuka pemikiran ku lagi kedepan. Akhirnya aku ceritakan keluh kesahku selama kuliah dan apa yang akan aku lakuin di masa depan dengan berbagai resikonya. ayahku mendengarkan dengan seksama dan seakan paham pikiran anaknya ini ke arah mana. Tiba-tiba ayahku nanya "Mba icha ga pengen jadi dosen?" jujur sebelum ayahku nanya ini aku sempet terbesit gimana ya kalo aku jadi dosen aja.. eh ternyata ayahku mikir kesitu juga :)

FYI Jadi orang tua ku itu bukan tipe yang anaknya harus ini harus itu, tapi orang tua ku itu tipe yang selalu mendukung apapun keputusan anak-anak nya yang pasti jalan yang kita ambil harus memberi manfaat ke sekitar, karna orang tua ku percaya kalo "sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama". Dari kecil ayahku tau kalo aku lebih unggul di akademik dibanding saudaraku yang lain, karna itu waktu dulu aku bilang pengen jadi dokter, astronot, polwan, ayahku selalu mendukung karna tau kalo aku bisa survive di pendidikan itu semua. Namanya anak kecil jadi impian nya pasti sangat bervariasi dan out of the box. Nah waktu besar pendidikan yang aku ambil adalah menjadi tenaga kesehatan yaitu Fisioterapi, meskipun bukan kedokteran seperti impian ku waktu kecil tapi aku bangga di jurusan ini karna sesuai dengan tujuan akhir ku yaitu menjadi Motivator dan Bermanfaat. Dan keputusan ini juga didukung dengan baik oleh ayahku.

Singkat cerita, jawaban yang aku berikan ke ayah dari pertanyaan itu adalah "Aku Mau" iya aku mau jadi dosen, aku suka ngajar, aku suka sharing apa yang aku bisa/kuasai, dan aku suka memberikan motivasi. Dari situ aku mulai sadar ternyata passion ku dari dulu itu mengajar, bahkan selama kuliah pun aku ambil part time mengajar. Setelah itu aku langsung memikirkan langkah apa dan gimana cara aku untuk bisa jadi dosen. Aku tau semua profesi pasti ada rintangan dan resiko yang berbeda-beda. Tapi aku yakin selama niat kita bener pasti Allah akan buka jalan untuk kita.


Jadi selama masa-masa overthinking ku ini, Allah membantu dengan cara-Nya melalui perantara ayahku dan orang-orang sekitarku. Dari sinilah aku percaya bahwa semua yang kita cari,  jawabannya adalah berdo'a kepada Nya. Dengan begitu segala keresahan yang kita rasakan bisa perlahan-lahan hilang dan jalan yang baru akan terbuka untuk kita keluar dari jalan keraguan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peluang Karir Fisioterapi Luas? Yuk Cari Tahu

Kok bisa kuliah Fisioterapi ?

Apa itu Fisioterapi